:: www.khrisnabalidwipa.com ::
 
KHRISNABALIDWIPA.COM - Paket Liburan Bali, Paket Tour Bali, Voucher hotel Bali, dan solusi liburan anda ke Bali
 


D7C74679

2AF0AFAD
57062EBD


(0361) 488131
081 239 645 999
081 239 675 999
081 339 855 116

081 856 1960


081 239 645 999
081 239 675 999
081 856 1960
081 339 855 116

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Khrisna Bali Dwipa

Made Sudiyasa
 
 
 
 
Khrisna Bali Dwipa
Informasi Wisata Bali
Jln. Glogor Indah
Denpasar - Bali
Indonesia
Telp.
(0361) 488131
Fax.
(0361) 9137 738
 
Mobile :
081 239 645 999 (Simpati)
081 239 675 999 (Simpati)
081 339 855 116 (Simpati)
081 856 1960 (ProXL)
 
D7C74679
2AF0AFAD
57062EBD
 

BALI SELAYANG PANDANG

PENDUDUK

Siapa yang tidak mengenal Bali, pulau mungil yang kini menjadi tempat tujuan wisata dunia. Setiap tahun jutaan wisatawan datang berlibur ke pulau ini. Bali menjadi tempat yang menarik bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Paradise Island atau Pulau Dewata adalah sebutan Pulau Bali yang terkenal dengan keindahan alam dan keunikan budayanya. Bali yang dihuni masyarakat mayoritas beragama Hindu, dengan jumlah penduduk 3,5 juta jiwa. Pulau Bali terdiri dari 1 Kota Madya dan 8 Kabupaten. Kota Madya Denpasar adalah Ibukota Provinsi Bali, dan 8 Kabupaten lainnya adalah : Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Bangli, Klungkung, Karangasem, dan Buleleng.


Orang Bali disamping berdomisili di Provinsi Bali, juga tersebar di berbagai Provinsi lain di Indonesia sebagai transmigran. Penduduk Bali merupakan unsur orang Bali yang menjadi salah satu suku bangsa yang berdomisili di Kepulauan Indonesia. Suku Bangsa bali merupakan satu kelompok manusia yang terikat oleh kesadaran atau kesatuan kebudayaan baik kebudayaan daerah Bali maupun kebudayaan Nasional Indnesia. Rasa kesadaran akan kesatuan kebudayaan Bali diperkuat oleh adanya kesatuan Bangsa dan kesatuan agama Hindu.


Penduduk merupakan asset pembangunan bila meraka dapat diberdayakan secara baik dan optimal. Walaupun begitu mereka juga bisa menjadi “beban“ pembangunan jika pemberdayaan tidak dibarengi dengan sumber daya manusia (SDM) yang memadai pada wilayah / daerah bersangkutan, demikian pula bagi Provinsi Bali.

SEJARAH

Sejarah Pulau Bali tidak tidak terlepas dari perjalanan dan pencarian para penekun spiritual. Rsi Markandeya tercatat sebagai tokoh spiritual dari Pulau jawa yang pertama kalinya menjejakkan kakinya di Pulau Bali . Perjalanan pencarian kesucian bathin dan keseimbangan alam menjadi tempat tonggak tatanan agama Hindu di lereng selatan Gunung Agung. Kini tonggak itu dikenal sebagai Pura Agung Besakih. Pura ini dipercaya sebagai tonggak pertama Rsi Markandeya bersama para pengikutnya memastikan Bali sebagai tanah tujuan untukmembangun nilai spiritual.

Dalam perjalanan waktu, Bali dan masyarakatnya menjalani kesehariannya dalam tata kehidupan, agama, seni dan budaya yang unik. Keunikan inilah kemudian pada tahun 1579 menjadi perhatian Cornelis de Houtman seorang pemimpin ekspedisi Belanda yang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah . tanah yang subur, kegiatan pertanian, dan keunikan budaya penduduk dalam menjalani keseharian, menjadi perhatian besar bagi ekspedisi Cornelis de Houtman.

Seiring dengan daya tarik Indonesia yang dikenal sebagai penghasil rempah-rempah, Bali juga mulai dikenal dunia dari sisi budayanya. Penjajahan Belanda terhadap Indonesia pada sekitar abad ke-17 dan ke-18 tidak mempengaruhi kehidupan agama dan budaya di Bali. Hindu di Bali pada masa itu memasuki era kejayaan ketika kerajaan Bali yang berpusat di Gelgel kemudian pindah ke Semarapura atau Klungkung. Pada awal abad ke-20, barulah Bali dikuasai oleh Belanda yang ditandai dengan jatuhnya kerajaan Klungkung melalui perang Puputan Klungkung pada tahun 1908.

Sejak dikuasai Belanda , Bali seolah dibuka lebar untuk kunjungan orang asing. Bali tidak saja kedatangan orang asing sebagai pelancong, tetapi juga para pemerhati budaya, seperti : sastrawan, penulis, dan pelukis. Mereka berdatangan karena keunikan seni budaya BaliLalu merekalah yang menyebarkankeunikan Bali ke dunia internasional. Kekaguman akan tanah Bali menggugah minat orang asing untuk memberi gelar kepada Bali mulai dari The Island of Gods, The Island of Paradise, the Island Thousand Temples, The Morning of The World, dan berbagai nama pujian lainnya.

Sejak 100 tahun yang lalu, Pulau Bali sudah menjadi incaran wisatawan mancanegara (wisman). Sehingga pada tahun 1930 di jantung kota Denpasar dibangun sebuah hotel untuk menampung kedatangan wisatawan mancanegara saat itu, yaitu Bali Hotel. Hotel dengan bangunan bergaya arsitektur kolonial, menjadi tonggak sejarah kepariwisataan Bali. Hingga kini, bangunan hotel tersebut masih kokoh dalam langgam aslinya.

Kegiatan kepariwisataan di Bali yang mulai mekar waktu itu, sempat terhenti akibat Perang Dunia ke-2 antara tahun 1942-1945. Selanjutnya disusul perjuangan merebut Kemerdekaan Indonesia, dan juga perjuangan yang terjadi di Bali hingga tahun 1949. Pada tahun 1960-an dibangun Hotel Bali Beach di pantai Sanur yang menjadi satu-satunya hunian wisata seiring pariwisata Bali mulai ditata kembali. Pada 1963 hotel ini direnovasi menjadi bangunan berlantai 10. Sarana hunian (hotel, homestay, pension) yang berkembang kemudian, hanyalah bangunan berlantai satu. Pada tahun 1970-an Pemerintah Daerah Bali mengeluarkan Peraturan Daerah yang mengatur tentang ketinggian bangunan yaitu maksimal 15 meter yang mempertimbangkan faktor budaya dan tata ruang tradisional Bali agar Bali tetap memiliki nilai-nilai budayanya.

Sejak dioperasikannya Hotel Bali Beach pada tahun 1966, pembangunan sarana hunian wisata berkembang pesat. Kawasan Sanur berkembang relatif lebih terencana karena berdampingan dengan hotel yang pertama. Sedangkan kawasan pantai Kuta berkembang secara alamiah, yang bergerak dari model hunian setempat. Model homestay dan pension berkembang lebih dominan dibandingkan model hotel standar. Begitu pula kawasan Ubud (Gianyar) berkembang secara alamiah, tumbuh di rumah-rumah penduduk yang tetap bertahan dengan nuansa pedesaan.

Pada tahun 1990-an, kawasan Nusa Dua dibangun resort wisata berkelas internasional, yang dikelola oleh Bali Tourism Development Corporation (BTDC), sebagai badan bentukan pemerintah. Beberapa operator hotel kawasan Nusa Dua adalah investor, sehingga keberadaan kawasan ini kian mendongkrak perkembangan pariwisata Bali. Masa berikutnya, sarana hunian wisata tumbuh sangat pesat di pusat-pusat hunian wisata terutama di Kabupaten Badung, Kota Madya Denpasar, dan Kabupaten Badung. Sanur dan pusat kota untuk kawasan denpasar. Ubud, Kedewatan, Payangan dan Tegallalang menjadi kawasan hunian wisata di Kabupaten Gianyar.

Untuk mengendalikan perkembangan yang amat pesat tersebut, Pemerintah Daerah Bali menetapkan 15 kawasan di Bali sebagai daerah hunian wisata dan sarana penunjangnya, seperti restoran dan pusat perbelanjaan. Hingga kini, Bali telah memiliki lebih dari 35 ribu kamar hotel, yang terdiri dari keas Pondok Melati hingga bintang lima. Sarana hotel tersebut tampil dalam berbagai variasi bentuk dari model rumah, hotel standar, villa, bungalow, dan hotel butik dengan variasi tarif. Keberagaman ini memberi nilai lebih bagi Bali karena dapat menawarkan banyak pilihan kepada para wisatawan.

BALI DAN PARIWISATA

Bali dan pariwisata tidak bisa dipisahkan, bukan hanya pemerintah Provinsi Bali yang banyak berharap dari sektor jasa ini untuk menggerakkan roda pembangunan, tetapi sebagian besar masyarakatnya juga bertumpu di sektor tersebut. Apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali maupun masyarakat untuk membangun pariwisata sebenarnya merupakan langkah tepat. Mengingat potensi Bali bukan dipertambangan atau energi, melainkan di pariwisata melalui budaya, seni, adat-istiadat dan keindahan alamnya. Namun sektor pariwisata juga merupakan bisnis jasa yang paling rentan terhadap perubahan kondisi sosial, ekonomi, politik dan keamanan yang sifatnya tidak lagi lokal atau regional, tetapi sudah mengglobal. Karena itu, ketika sektor andalan ini mengalami stagnasi, sektor-sektor lain yang terkait juga mengalami kelesuan.

Hal yang menarik, dalam dua tahun terakhir secara bertubi-tubi terjadi peristiwa-peristiwa yang membuat pariwisata Bali mengalami tantangan yang cukup berat. Belum sembuh betul dari terpaan krisis ekonomi secara nasional, pariwisata bali seakan mengalami masa paceklik setelah diguncang tragedi WTC. Lalu di bulan Oktober 2002, pariwisata Bali kembali mendapat cobaan berupa tragedi Bom Kuta. Tidak cukup sampai di situ, kelabu pariwisata Bali masih menghinggapi di tahun 2003. Berbagai peristiwa yang terjadi dalam skala nasional maupun global, seperti konflik perang AS-IRAK , mewabahnya Virus SARS dan tragedi Bom J.W. Marriot secara tidak langsung mewarnai kinerja kepariwisataan Bali.

AKOMODASI

Perkembangan Industri pariwisata di Bali tidak terlepas dari usaha akomodasi hotel, baik berbintang maupun non bintang. Indikator yang dapat digunakan antara lain tingkat penghunian kamar (TPK). Dalam konteks ini akan dikaji TPK hotel berbintang, sesuai dengan ketersediaan data yang ada. Seperti telah diketahui, bahwa serangkaian tragedi yang terjadi dua tahun terakhir ini telah membuat efek domino yang begitu besar terhadap kepariwisataan Bali, sehingga menyebabkan TPK hotel di Bali menurun. Sebelum tragedi Bom Kuta terjadi, TPK seluruh hotel di Bali masih berkisar antara 39-40 persen, bahkan TPK hotel berbintang di atas 50 persen, namun ketika terjadi tragedi itu, TPK seluruh hotel mengalami penurunan.
Secara kumulatif, rata-rata TPK hotel berbintangdi Bali sepanjang tahun 2003 sebesar 37,40 persen. Jelas angka ini berada di bawah tahun 2002 yang sebesar 50,60 persen. Selama tahun 2003, rata-rata TPK tertinggi adalah TPK hotel bintang lima, yakni 41,33 persen. Sedangkan secara bulanan rata-rata TPK di bulan September adalah yang tertinggi (44,37 persen). Sebaliknya rata-rata TPK terendah terjadi di bulan Mei, yakni 28,99 persen. Namun demikian, penurunan TPK juga dapat disebabkan oleh bertambahnya juga kamar hotel yang tersedia. Jumlah akomodasi kamar dan tempat tidur di Bali cenderng meningkat sampai tahun 2003.

Sebagai sektor unggulan dalam memasukkan devisa negara maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD), kegiatan pariwisata menuntut penggarapan yang serius dan meneluuruh. Kegiatan kepariwisataan merupakan kegiatan yang kompleks , karena melibatkan banyak sektor, seperti : perhubungan, industri, pertanian, dan sebagainya. Beberapa hal yag perlu dilakukan pemerintah dalam pengembangan sarana dan prasarana pariwisata, dan lain sebagainya. Dan apa yang akan dilakukan di atas yang lebih utama yaitu peningkatan kunjungan wisatawan dapat dicapai.

Dalam hal pariwisata, hampir semua industri memilih untuk mengidentifikasi produknya sebagai sesuatu yang eksotis dan spesifik. Sesuatu yang eksotis dan spesifik bukanlah sesuatu yang sama sekali tidak dikenal sebelumnya. Ada suatu pengetahuan yang samar-samar yang telah diketahui oleh seorang wisatawan ketika akan berkunjung ke Daerah Tujuan Wisata.

Eksotisme yang ditawarkan pada intinya ingin menggiring orang ke dalam suatu penjelajahan, petualangan dan penemuan baru. Di dalam setiap perjalanan wisata selalu terselip pesan : sebuah petualangan untuk menemukan dunia baru. Oleh karena itulah, sebagaimana mestinya dalam dunia mode atau produk-produk konsumerisme lainnya, hal yang umum terjadi dalam dunia pariwisata yaitu bahwa seorang wisatawan sangat jarang untuk menjadi loyal terhadap satu objek wisata.

Mempersiapkan tenaga yang handal agar bisa memenuhi kepuasan wisatawan selama mereka menikmati kunjungannya di suatu Daerah Tujuan Wisata memerlukan waktu yang cukup lama desertai dengan usaha peningkatan kemampuan diri seorang tenaga dan praktisi pariwisata khususnya di bidang usaha jasa Biro Perjalanan Wisata tersebut secara sungguh-sungguh. Memberikan kepuasan kepada wisatawan dari berbagai negara yang juga berbeda latar belakang kehidupan dan budayanya adalah tugas yang sangat berat. Karena sebuah Biro Perjalanan Wisata harus aktif dan inovatif di daam memasarkan produk-produknya yang dikemas, bukan hanya dalam bidang perjalanan wisata atau tour saja, tetapi juga kebutuhan yang lainnya, seperti : hotel, restoran, transportasi, baik darat maupun udara, tenaga Pemandu Wisata (Guide), Ticketing dan lain sebagainya. Sebuah Biro Perjalanan Wisata harus mengikuti aturan-aturan yang telah digariskan oleh organisasinya dan etika bisnis serta di lain pihak harus mengikuti aturan-aturan atau regulasi yang digariskan oleh pemerintah.

Keluhan-keluhan wisatawan sebagai dampak dari cara kerja sebuah Biro Perjalanan Wisata yang tidak profesional dalam bidangnya akan mengundang citra negatif terhadap kepariwisataan dan mencemarkan nama baik Daerah Tujuan Wisata itu sendiri,dan secara otomatis pula akan menodai nama baik suatu daerah.

SEKILAS TENTANG KHRISNABALIDWIPA TOURS & TRAVEL

Dalam perkembangan kepariwisataan, peran Biro Perjalanan Wisata tidaklah bisa dianggap ringan, karena dari bidang inilah kesan baik dan kunjungan yang nyaman dari wisatawan akan muncul, demikian juga sebaliknya. Usaha dan tugas Biro Perjalanan Wisata ini sudah dilakukan sebelum wisatawan dating berkunjung ke suatu Daerah Tujuan wisata, seperti mempromosikan destinasi, produk-produk wisata, menyampaikan sarana dan prasarana yang tersedia, cara untuk mencapai Daerah Tujuan Wisata yang dimaksud dan lain sebagainya sampai pada saat atau selama mereka di suatu Daerah tujuan Wisata dan memberikan informasi yang benar dan akurat tentang objek-objek wisata tersebut.

Dalam menjalankan tugasnya dan untuk memelihara kenyamanan serta kepuasan, sebuah Biro Perjalanan Wisata yang professional diharapkan lebih mampu memberikan pelayanan yang diperlukan oleh wisatawan, sebuah Biro Perjalanan Wisata harus mampu menyuguhkan pelayanan sebagaimana mestinya, ditambah dengan cara-cara yang benar disertai dengan keramah-tamahan sehingga wisatawan tersebut terkesan dengan kunjungannya.

Untuk itulah kami selalu memberikan yang terbaik kepada para wisatawan yang kami layani dan selalu siap kapan saja pelayanan itu diperlukan oleh setiap wisatawan karena profesionalisme yang menjadi pegangan kami setiap melakukan pelayanan kepada wisatawan yang menggunakan jasa kami.

KhrisnaBaliDwipa Tours & Travel didirikan oleh praktisi pariwisata senior dan berpengalaman tentang kepariwisataan yang didukung oleh sarana dan prasaran yang memadai serta tenaga -tenaga profesional di bidangnya masing-masing, seperti ; Operasional, Marketing, Transportasi, Accounting, dan Guide (Pemandu Wisata) senior dan profesional yang terdiri dari spesialisasi bahasa : Inggris, Jepang, Perancis, Belanda, Jerman, Rusia, Korea, Spanyol, Italia, dan Mandarin.

Sebagai sebuah usaha di bidang pelayanan jasa perjalanan wisata KhrisnaBaliDwipa Tours & Travel dalam memelihara kenyamanan wisatawan memiliki fasilitas berbagai jenis usaha untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, seperti : transportasi/kendaraan dengan segala jenis : bus dengan kapasitas penumpang 15 sampai 45 tempat duduk, serta kendaraan lainnya : Preggio, Elf, Limousine, Kijang dan sebagainya.

Mengingat pentingnya peranan kerjasama antara Biro Perjalanan Wisata dengan instansi-instansi terkait maupun usaha-usaha yang bergerak di bidang kepariwisataan di dalam menangani dan melayani kebutuhan wisatawan untuk mencapai suatu kepuasan dan kenyamanan yang optimal, untuk itu KhrisnaBaliDwipa Tours & Travel telah melakukan hubungan kerjasama yang harmonis dengan berbagai pihak, yaitu : Hotel, Villa, Restoran, Spa, Marine Sport, Cruise Ship, Rafting, Pemandu Wisata (Guide), dan lembaga-lembaga pendidikan (Akademisi) serta phak-pihak lainnya.

Dengan begitu pesatnya perkembangan informasi, seiring dengan beragamnya permintaan wisatawan tentang program-program wisata yang spesifik yang diharapkan dan sebagai wisatawan mereka berharap akan mendapatkan pelayanan dan petunjuk yang diinginkan dari Biro Perjalanan Wisata, maka KhrisnaBaliDwipa Tours & Travel telah mengadakan Site Inspection dan Field Trip ke seluruh objek-objek dan atraksi wisata yang ada di Pulau Bali. Karena market dan partner kerja yang ada di luar negeri (Overseas Agent) maupun yang ada di dalam negeri menginginkan produk- produk wisata yang sangat spesifik dan menarik. Produk-produk wisata yang dimiliki atau dikemas oleh KhrisnaBaliDwipa Tours & Travel sangat variatif dan innovatif, bahkan dapat membuat produk atau paket-paket wisata sesuai dengna permintaan dan keinginan wisatawan.

TEKNIS PERMINTAAN / RESERVASI

KhrisnaBaliDwipa Tours & Travel akan selalu siap dan bersedia dalam memenuhi kebutuhan / permintaan segala sesuatu yang berhubungan dengan bidang kepariwisataan dari berbagai instansi maupun bisnis company atau corporate, bahkan perorangan. Dan permintaan tersebut dapat dilakukan melalui : telepon, faksimili, e-mail bahkan melalui handphone, khususnya untuk reservasi / permintaan yang sifatnya begitu mendadak dan penting.

PEMBAYARAN

Pembayaran untuk suatu pelayanan jasa tersebut dapat dilakukan langsung kepada KhrisnaBaliDwipa Tours & Travel melalui transfer ke nomor rekening Bank B.C.A, Cabang kuta Atas nama : I Made Sudiyasa , dengan nomor rekening : (BCA 1461881438) Dan jangka waktu pembayaran, sesuai dengan kesepakatan bersama / kedua belah pihak antara wisatawan atau pengguna jasa pelayanan dengan KhrisnaBaliDwipa Tours & Travel.

Untuk informasi lebih lanjut dan akurat serta emergensi dapat menghubungi :

  • Ayu Eka : 081 339 855 116
  • Made Sudiyasa : 082 147 570070, 081 856 1960. Denpasar - Bali

 

Hormat kami,
Khrisna Bali Dwipa

( I Made Sudiyasa )
General Manager


Untuk mendapatkan Harga Spesial Group diantaranya Group Pelajar, Sekolah, Kantor, Instansi serta Reuni dengan teman lama jangan ragu Hubungi kami sekarang juga!!! Kami akan berusaha membantu Anda dan Rombongan untuk menikmati Liburan di Bali
 


Copyright © 2013-2017, www.khrisnabalidwipa.com
Jln. Glogor Indah - Denpasar – Bali – Indonesia
Telephone : 0361 488 131
Faximile : 0361 913 7738
Hotline : 081 239 645 999, 081 239 675 999
Email : info@khrisnabalidwipa.com
khrisnabalidwipa@gmail.com
khrisnatours@yahoo.com